Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin berharap kerja sama keamanan antarkawasan diperketat guna menghindari aksi pembajakan kapal di jalur ekonomi internasional.

"Kami berharap adanya kerja sama keamanan antara negara-negara di dekat itu, karena itu jalur ekonomi internasional sehingga banyak kepentingan ekonomi melewati jalur itu," kata Din usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa.

Terkait bebasnya 10 warga negara Indonesia yang menjadi sandera oleh diduga kelompok radikal Abu Sayyaf, Din mengapresiasi upaya diplomasi oleh Pemerintah Indonesia.

Dia juga berharap empat WNI lainnya yang diduga masih dalam tawanan kelompok radikal tersebut dapat bebas dalam waktu dekat dan dalam kondisi sehat.

"Kita patut berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia dan semua pihak yang telah berupaya membebaskan mereka. Semoga empat WNI itu bisa juga dibebaskan oleh penyanderanya," katanya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan upaya pembebasan 10 anak buah kapal yang disandera kelompok bersenjata di wilayah laut Filipina bisa sukses berkat diplomasi total.

"Kita sampaikan bahwa ini adalah diplomasi total yang tidak hanya berfokus pada Government to Government," kata Retno.

Menlu mengatakan upaya pembebasan tersebut melibatkan jaringan informal sehingga bukan saja jaringan formal. Menurut dia, sejak awal telah disampaikan bahwa untuk membebaskan para sandera tersebut Pemerintah RI membuka semua jaringan dan opsi.

Hal itu dilakukan untuk mengutamakan keselamatan 10 WNI yang ketika itu dalam penyanderaan kelompok bersenjata.