Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI menggelar pelatihan dan pendidikan bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi Banten agar berperan membentuk karakter anak di Indonesia.

"Kita harus ambil peran utamakan guru yang mengelola pendidikan usia dini," kata Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Ikawati Kementerian ATR/BPN) RI Hanifah Ferry Mursyidan Baldan di Jakarta, Rabu.

Ikawati Kementerian ATR/BPN RI mengadakan pelatihan dan pendidikan terhadap 60 guru dari 26 PAUD se-Provinsi Banten di Pandeglang pada 27 April-1 Mei 2016.

Hadir juga pada acara tersebut Ketua Indonesia Herritage Foundation pimpinan Ratna Sofyan Djalil, anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja Bidang Pendidikan Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Pembina Forum Solidaritas Perempuan Banten Wawan Iriawan.

Hanifah menyatakan PAUD dimulai sejak balita yang harus didukung guru berkualitas agar "menularkan" dan melahirkan anak berkarakter dan materi PAUD harus bersifat holistik untuk disampaikan kepada peserta didik.

Menurut Hanifah, pendidikan holistik merupakan cara mendidik anak dari segala kehidupan mulai dari masa kritis pada usia 0-12 tahun.

Hanifah menekankan guru harus menyampaikan materi pendidikan kepada peserta PAUD yang didasari rasa cinta, peka terhadap lingkungan dan tanpa paksaan.

"Jadi kuncinya pada guru walaupun rumah tangga merupakan pendidikan pertama," ujar istri Menteri ATR/Kepala BPN RI Ferry Mursyidan Baldan itu.

Sementara itu, Ketua Pembina Forum Solidaritas Perempuan Banten Wawan Iriawan menilai kualitas dan kuantitas PAUD di Banten belum optimal.

Wawan mendorong pihak pemerintah maupun swasta seperti pengelola perumahan meningkatkan sarana dan prasarana PAUD dengan program "Satu PAUD Satu Desa".