Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Venezuela Moch. Luthfie Wittoeng mengatakan bahwa kerja sama di bidang perdagangan antara Indonesia dan Venezuela - di tengah kesulitan ekonomi yang melanda negara Amerika Latin itu - tetap dapat ditingkatkan dengan cara barter.

"Dari segi ekonomi, tidak banyak kerja sama karena kendala faktor ekonomi yang sulit di Venezuela. Tetapi Venezuela adalah negara penghasil minyak yang besar maka mungkin kita bisa melakukan barter," kata Dubes Luthfie di Kantor Berita Antara, Jakarta, Kamis.

Venezuela memang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat anjloknya harga minyak dunia, dan minyak merupakan sumber penghasilan utama negara Latin itu.

Untuk itu, menurut Luthfie, Indonesia bisa memanfaatkan kondisi harga minyak yang murah dan meningkatkan perdagangan dengan Venezuela dengan cara menawarkan barter antara produk-produk lokal dari Indonesia dengan minyak dari Venezuela.

"Mumpung harga minyak murah, kenapa kita tidak berpikir untuk melakukan barter. Kita butuh minyak dan warga Venezuela mempunyai kebutuhan produk sehari-hari yang tinggi, maka bisa barter," ujar dia.

"Kita ingin coba dorong peningkatan perdagangan dengan Venezuela, tetapi daya beli masyarakat di sana rendah, maka barter dengan minyak mungkin bisa dilakukan," lanjut dia.

Dubes Luthfie menambahkan, selama melaksanakan tugasnya di Venezuela, dia juga akan menawarkan produk peralatan militer Indonesia.

"Kita coba jual peralatan militer. Sudah sempat ada pembicaraan dan mereka berminat untuk rompi antipeluru, maka kita akan bawa contoh produk dari PT Sritex," ungkap dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan promosi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Venezuela, terutama kepada masyarakat golongan menengah ke atas.

"Untuk bidang pariwisata, kita bisa promosikan wisata Indonesia kepada masyarakat menengah di sana. Tantangan terbesar memang bagaimana memperkenalkan Indonesia secara luas," ujar Luthfie.

Moch. Luthfie Wittoeng belum lama ini ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Venezuela merangkap Trinidad and Tobago, Saint Lucia, Dominica, Saint Vincent and the Grenadines.