Jakarta (ANTARA News) - Belum lama ini muncul wacana DPR yang akan membangun perpustakaan parlemen terbesar se-Asia Tenggara.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin berharap pembangunan ini dilakukan secara efisien.

"Yang penting penggunaan dana pembangunan gedung perpustakaan DPR harus efisien. Tidak terkesan jor-joran," kata Mahyudin kepada awak media di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa seperti dalam keterangan tertulis MPR.

Menurut dia, parlemen Indonesia memerlukan perpustakaan, yang nantinya menjadi tempat orang bisa belajar tentang parlemen Indonesia.

"Saya kira ide pembagunan gedung perpustakaan itu bagus. Kalau saya mendukung saja," kata politisi Partai Golkar itu.

Kendati begitu, dia mengingatkan soal ketersediaan anggaran dalam pembangunan gedung itu.

"Kalau anggaran sedang defisit bisa ditunda. Dan jangan mengambil pos-pos anggaran lain yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Prioritas adalah pembangunan untuk rakyat banyak," tutur dia.