Sleman (ANTARA News) - Angka kesembuhan penderita penyakit tubercolosis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 88 persen dari target nasional sebesar 85 persen.

"Temuan TB BTA positif di Kabupaten Sleman pada 2015 sebanyak 415 atau 61 persen dari target 70 persen dan angka kesembuhan 88 persen dari target nasional 85 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini pada Sarasehan TB dan kampanye makan sayur dan buah di Sleman, Kamis.

Menurut dia, jumlah seluruh kasus TB di Kabupaten Sleman pada 2015 sebanyak 710 kasus.

"Upaya yang telah dilakukan dalam rangka penaggulangan TB antara lain, penanganan TB dengan strategi DOTS di 25 puskesmas dan 14 rumah sakit yang ada di Sleman serta dengan mengembangkan rumah sakit non-DOTS menjadi DOTS, penyuluhan dan sosialisasi dan kegiatan lainnya," katanya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan sarasehan tersebut dalam rangka memperingati tanggal ditemukannya bakteri penyebab Tuberkulosis oleh Robert Koch pada 24 Maret 1882.

"Dengan peringataan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat semua pihak akan bahaya penyakit TB, sehingga akan menumbuhkan kepedulian dalam pemberantasan penyakit tersebut.

"Peringatan Hari TB Sedunia 24 Maret tahun ini mengangkat tema Gerakan Bersama Menuju Indonesia Bebas TB dengan TOSS (Temukan dan Obati TB Sampai Sembuh). Sesuai dengan tema tersebut, untuk terbebas dari TB dibutuhkan kebersamaan semua pihak," katanya.

Ia mengatakan, dukungan, kepedulian dan peran serta berbagai pihak, baik itu penderita, keluarga penderita, masyarakat dan pihak lainnya harus ditingkatkan agar upaya penanganan penderita TB juga semakin efektif.

"Diharapkan Hari TB sedunia ini dapat dimanfaatkan untuk bertukar wawasan dan bertanya hal-hal yang berkaitan dengan penanganan TB kepada para narasumber. Dari sarasehan ini diharapkan dapat semakin memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar peduli terhadap upaya untuk mengendalikan dan memberantas penyakit TB," katanya.

Ia mengatakan, kepedulian dan peran serta berbagai pihak lintas sektor, pemberi layanan kesehatan, organisasi profesi, tenaga kerja serta para kader kesehatan untuk sangat diperlukan agar upaya penanganan penderita TB juga semakin efektif.

"Kasus TB yang terjadi pada anak usia 0 hingga 14 tahun diperkirakan mencapai 6 hingga 12 persen dari seluruh kasus TB. Dan kasus TB anak sering disertai dengan status gizi yang kurang. Kondisi ini sangat perlu mendapatkan perhatian semua pihak," katanya.

Sri Muslimatun mengatakan, sistem imunitas pada anak akan mempengaruhi terjadinya infeksi atau sakit TB pada anak. Untuk membentuk imunitas yang baik pada anak maka asupan gizi pada anak harus tercukupi.

"Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi anak adalah dengan membudayakan makan sayur dan buah setiap hari," katanya.