Jakarta (ANTARA News) - Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sepakat untuk membagikan dividen tunai sekitar Rp2,26 triliun atau 25 persen dari laba bersih tahun buku 2015.

"Perseroan mencatatkan laba bersih tahun buku 2015 sebesar Rp9,067 triliun, sebesar 25 persen dari laba bersih itu ditetapkan sebagai dividen tunai dan akan dibayarkan kepada pemegang saham pada April 2016 mendatang," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni usai pelaksanaan RUPS di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa perseroan juga mengalokasikan dana program bina lingkungan tahun 2016 sebesar 1 persen dari laba bersih 2015. Sementara sisa laba bersih perseroan akan digunakan sebagai laba ditahan.

Dalam RUPS BNI itu, lanjut dia, juga menyetujui dan memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari pemegang saham seri A Dwiwarna untuk menetapkan program kepemilikan saham manajemen dan pegawai dengan menggunakan saham tresuri (treasury stock).

Achmad Baiquni juga memaparkan bahwa RUPS BNI menetapkan Komisaris BNI yang baru dengan mengangkat Wahyu Kuncoro dan Joni Swastanto sebagai Komisaris Perseroan. Selain itu, RUPS juga mengangkat Putrama Wahyu Setyawan sebagai Direktur.

"Pengangkatan Wahyu Kuncoro dan Joni Swastanto sebagai Komisaris serta pengangkatan Putrama Wahyu Setyawan sebagai Direktur berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) serta memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Dalam rangka mendorong kinerja anak usaha di bidang syariah, lanjut Achmad Baiquni, perseroan berencana untuk menambah suntikan modal ke PT Bank BNI Syariah sebesar Rp500 miliar.

"Perseroan akan menambah modal ke BNI Syariah sebesar Rp500 miliar untuk meningkatkan pembiayaan di sektor skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM)," katanya.