Jambi (ANTARA News) - Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk di wilayahnya masih terkontrol karena program Keluarga Berencana (KB) di provinsi itu bisa dikatakan sukses.

"Jambi pertumbuhan penduduknya kategori terkontrol tidak berlebih, namun harus waspada terjadinya ledakan penduduk," kata Zola, usai peluncuran pencanangan kampung KB di Kelurahan Penyengat Rendah, Kota Jambi, Kamis.

Menurutnya, jika terjadi ledakan penduduk, maka pemerintah akan susah untuk mengontrolnya. Sebab itu gubernur muda ini berharap tingginya kesadaran masyarakat terhadap program KB tersebut.

"Kepada orang tua yang punya anak usia subur juga harus ada persiapan-persiapan secara psikologis, dilihat dulu apakah anaknya sudah siap menikah atau belum. Kalau belum ya bisa ditunda dulu," ujarnya.

Dari provinsi lain, Jambi kata Zola memang bisa dikatakan sukses dalam penerapan program KB, dan suatu prestasi bagi masyarakat yang sudah sadar akan pentingnya program KB.

"Sudah terbukti di negara-negara maju, dimana jumlah penduduk yang terkontrol akan sangat menentukan kesejahteraan dan kualitas SDM di negara itu, begitu juga Indonesia. Nah ini lah salah satu yang melatarbelakangi dan dilakukan oleh Presiden RI pak Joko Widodo untuk menekan angka pertumbuhan penduduk," katanya menjelaskan.

Sebab itu, Zola meminta program KB itu digalakan lagi, apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten harus dibantu dengan kesadaran masyarakat dengan ikut serta mensukseskan program.

"Kita mohon kerjasamanya karena program kampung KB ini bukan hanya didukung BKKBN saja, tetapi juga didukung pemprov, pemkab sampai ke kelurahan/ desa," kata Zola.

Sementara itu, Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN pusat, dr Abidinsyah Siregar mengatakan, konsep kampung KB merupakan pemikiran Presiden Jokowi karena merasa khawatir dengan masa depan Indonesia.

"Kampung KB upaya menghindari ledakan penduduk di Indonesia. Batasi jumlah anak, dua anak cukup. itu pesan Presiden," kata Abidinsyah.