Jakarta (ANTARA News) - Pada ulang tahunnya yang keenam pada 2016 ini, Bukalapak.com bertekad untuk sejajar dengan produk-produk internet internasional.


"Resolusi 2016 sejajar pemain global lainnya. Ada mitos brand kita dipandang rendah. Jika kami mendobrak, harapannya bisa menular," kata Achmad Zaky, pendiri dan CEO Bukalapak.com, di kantor barunya, Selasa.

"Penting menciptakan pasar terpercaya, mudah-mudahan Indonesia punya merek yang besar. Mungkin tidak di generasi saya, tapi di generasi anak kita," sambung dia.

Dalam pidato sambutannya, Zaky juga mengatakan ingin menjadi produk internet terdepan yang sejajar dengan produk-produk internasional seperti Facebook, Google, Twitter,Alibaba, LINE.

"Jika menilik data-data yang ada, jarak mereka dari segi penggunaan dengan Bukalapak.com masih sangat lebar, kira-kira belasan kali lipat," ujar dia.

"Ini adalah peluang di depan mata yang kita harus rebut, bagaimana agar masyarakat Indonesia setiap hari dan setiap waktu mengunjungi Bukalapak," lanjut dia.

Lebih lanjut, Zaky mengaku optimistis dengan kondisi ekonomi 2016, terlebih mulai diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dia juga yakin Bukalapak.com mampu bersaing dengan e-commerce asing.

"MEA dijadikan peluang. Tahun ini sangat optimis. Banyak sekali e-commerce dari luar, namun sejauh ini kami bisa bertahan dengan sumber daya terbatas, apalagi sekarang lebih besar," kata Zaky.

Zaky bertekad memajukan UKM yang kini jumlahnya menurut pemerintah adalah 50 juta yang mayoritas pendapatan mereka masih jauh dari ideal. Bukalapak juga bertekad, memajukan talenta-talenta dalam negeri.

"Jumlah UKM 50 juta, jumlah yang terdaftar menjadi pelapak kami 500.000, baru 10 persen," ujar Zaky.

"Kami menggunakan strategi mulut ke mulut. Perubahan kenaikan pendapatan dan kisah sukses menjadi bukti nyata untuk diceritakan kepada UKM lainnya," tambah dia.