Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan jajaran menteri kabinet untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan pada akhir tahun 2007 disebabkan badai el-nino. "Presiden telah menugaskan wakil presiden untuk mengkoordinasikan lebih lanjut mengenai langkah antisipasi yang akan diambil," kata Menko Perekonomian Boediono, usai rapat kabinet terbatas di Kantor kepresidenan Jakarta, Senin. Menurut Boediono, kemungkinan terjadinya kekeringan harus diantisipasi apakah melalui pembuatan hujan buatan dan lain-lain. Sementara itu Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyebut persiapan kemungkinan terjadinya kemarau yang panjang antara lain melalui pengisian waduk-waduk semaksimal mungkin sebelum tibanya musim kemarau. Dia juga menyebut, kondisi cuaca yang akhir-akhir ini tidak mudah diprediksi. Sedangkan mengenai rencana pemerintah meningkatkan produksi beras pada 2007 sebesar 2 juta ton, Menko Perekonomian Boediono menyatakan optimis dapat dilakukan. Dia menekankan, siklus tanam April 2007 sampai Maret 2008 yang akan dijadikan referensi bagi pencapaian sasaran peningkatan produksi beras. "Kita akan all-out untuk meningkatkan produksi 2 juta ton beras, di samping itu antisipasi terhadap kekeringan juga dipersiapkan," ujarnya. Mentan menambahkan, dirinya telah melakukan peninjauan ke Riau, Lampung, Jateng, Jabar dan Jatim dan berkoordinasi dengan jajaran Pemda setempat mengenai rencana pemerintah tersebut. "Tidak ada satupun bupati atau gubernur yang ragu-ragu. Bahkan mereka optimis bisa mencapai 3 juta ton beras atau melampaui target 2 juta ton," ujarnya.(*)