Jakarta (ANTARA News) - PT Astra International Tbk (ASII) memprediksi pasar otomotif Indonesia 2016 cenderung datar atau tidak berbeda dengan pencapaian pada tahun ini seiring dengan daya beli masyarakat yang melemah.

"Saya cuma bisa katakan bahwa prediksi dari teman-teman di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil diprediksi sebanyak 1 juta unit mobil pada 2016 serupa prediksi pada 2015 ini, sementara untuk motor sekitar 7 juta-an. Jadi menurut hemat kami, pada tahun depan tidak jauh berbeda pada 2015 ini. Mudah-mudahan tidak lebih buruk," ujar Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin.

Ia mengharapkan bahwa data-data ekonomi Indonesia yang mulai terlihat ada perbaikan pada tahun ini seperti angka defisit neraca keuangan Indonesia, inflasi, serta kurs rupiah yang bertahan di level Rp13.600-Rp13.700 per dolar AS dapat mempengaruhi kinerja perseroan.

"Dengan angka defisit yang membaik, inflasi yang terus terjaga dan rupiah tidak terlalu berfluktuasi, maka makro ekonomi pada umumnya dan Astra pada khususnya akan bertahan dan bahkan lebih baik," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko mengatakan bahwa seiring dengan fokus pemerintah membangun infrastruktur di dalam negeri, perseroan telah memiliki pelabuhan di Balikpapan, Kalimantan Timur seluas 95 hektare.

"Kita memiliki port di Balikpapan sebesar 95 hektare, itu kita fokuskan untuk minyak dan gas, sekarang dengan inisiatif Pak Jokowi (Presiden RI), kita sedang berusaha mengubah menjadi pusat logistik berikat. Jadi, kami sedang menyiapkan dan kita harapkan bisa selesai pada kuartal I tahun 2016 depan atau tahun ini kita siap jadi pusat logistik berikat," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Astra juga memiliki sebanyak empat jalan tol. Pertama, yang dikelola Marga Mandalasakti (MMS) dengan konsesi 72,45 kilo meter jalan tol Tangerang-Merak, sudah menyelesaikan jalur ke tiga dari Cikupa-Balaraja pada Juni lalu.

Kemudian, Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) pemegang konsesi dari 40,5 km jalan tol yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa antara Mojokerto dan kertosono. Lalu, Marga Trans Nusantara (MTN) pemegang konsesi dari 11,2 km jalan tol Kunciran-Serpong yang penggarapannya masih sekitar 54 persen. Dan, Trans Marga Jateng (TMJ) pemegang konsesi dari 72,6 km jalan tol Semarang-Solo yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa.

"Jadi itu yang sedang kita kerjakan, kalau lancar pada tahun 2017 atau 2018 mendatang, keempat proyek itu sudah berjalan," katanya.