Malang (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menyiapkan fasilitas bagi para penyandang disabilitas yang ingin mengikuti jalannya debat publik bagi calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Komisioner KPU Kabupaten Malang Bidang Sosialisasi, Abdul Holik, di Malang, Jawa Timur, Kamis mengatakan pihaknya juga mengirimkan undangan bagi kaum disabilitas yang ingin menghadiri dan menyaksikan acara debat publik Pilkada tersebut.

"Kami sudah siapkan akses bagi kaum disabilitas di ruang paripurna gedung DPRD Kabupaten Malang agar mereka bisa mengikuti debat publik calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) dengan nyaman," katanya.

Selain menyiapkan akses bagi kaum disabilitas untuk hadir dalam debat publik di gedung DPRD tersebut, KPU setempat juga menyiapkan penerjemah bahasa isyarat untuk tuna rungu yang bisa dilihat pada tampilan televisi pada saat siaran langsung di salah satu televisi lokal Jatim.

"Semua sudah kami siapkan agar masyarakat bisa mengikuti dan menyaksikan debat publik dengan nyaman, tak terkecuali bagi kaum disabilitas. Hanya saja, pendukung bagi maisng-masing pasangan calon yang bisa masuk area DPRD memang sangat terbatas dan itupun harus menggunakan kartu identitas yang disiapkan KPU," ujarnya.

Debat publik bagi cabup-cawabup peserta Pilkada Kabupaten Malang yang sedianya digelar bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November itu terpaksa ditunda hari ini (Kamis, 12/11) karena pada saat ini bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Malang untuk membuka turnamen Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ada tiga pasangan calon yang bakal mengikuti debat publik Pilkada Kabupaten Malang, yakni pasangan nomor urut 1, Rendra Kresna-HM Sanusi yang diusung koalisi tujuh partai (Partai Demokrat, Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PKS, PPP). Pasangan Rendra Kresna-HM Sanusi merupakan pasangan calon petahana.

Sementara pasangan nomor urut 2 adalah Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi yang diusung PDI Perjuangan dan pasangan nomor urut 3 yang berangkat dari perseorangan, yakni Nurcholish-M Mufidz.