Muara Teweh (ANTARA News) - Wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali dilanda kabut asap pada Rabu pagi, setelah dua hari lalu berkurang.

"Kabut asap Rabu pagi ini kembali menyelimuti daerah ini, padahal dua hari lalu sempat terang dan matahari bersinar," kata seorang warga Muara Teweh, Muhammad Idrus di Muara Teweh, Rabu pagi.

Sekretaris Manggala Agni Daerah Operasi Wilayah IV Muara Teweh, Aswaludin mengatakan titik panas di wilayah Barito Utara sampai Rabu (14/10) sekitar pukul 06.00 WIB yang dipantau satelit NOAA 18 dan Terra/Aqua (Nasa) nihil atau tidak ada titik api.

"Titik panas ini menghilang, dibanding pada Selasa (13/10) titik api di daerah ini ada enam titik panas," katanya.

Manggala Agni Daerah Operasi Muara Teweh dengan daerah operasi di empat kabupaten di pedalaman Kalteng itu mengatakan, selain Muara Teweh juga Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur dan Buntok Kabupaten Barito Selatan. "Titik api sampai Rabu pagi di kabupaten lainnya juga nihil," ujarnya.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Muara Teweh Sunardi mengatakan, kabut asap kembali menyelimuti wilayah ini, setelah dua hari lalu berkurang.

Jarak pandang permukaan pada Rabu pagi mencapai 200 meter sementara jarak pandang vertikal 350 feet. Ini terlihat bertambah dibanding Selasa (13/10) sekitar 1.000 sampai 2 kilometer dengan jarak pandang vertikal 450 feet.

"Memang kabut asap di Muara Teweh kembali ada dibanding kemarin dan pagi ini terlihat sinar matahari terlihat samar-samar karena tertutup kabut, tidak secerah kemarin.Kabut asap ini terbawa angin kemarin dari arah barat daya sekitar 5-9 kilometer per jam," ujar Sunardi.