Agam (ANTARA News) - Ahad Kazemi Sarai dari Tabriz Petrochemical Team Iran menjadi yang tercepat pada etape delapan Tour de Singkarak (TDS) 2015 dari Pasaman Barat menuju Puncak Lawang, Agam, Sumatera Barat, Sabtu dengan catatan waktu 3:27:14.

Dengan hasil ini, posisi pebalap dengan nomor start pada klasemen umum mengalami perubahan. Sebelumnya Ahad bertengger diposisi tujuh dan dengan kemenangan ini mampu meloncat dua peringkat ke posisi lima dengan total catatan waktu 26:54:40.

Pebalap yang pada etape delapan menggunakan Polkadot jersey (raja tanjakan) sejak awal perlombaan terus berada di rombongan depan bersama dengan rekan satu timnya serta kompetitornya yaitu pebalap dari Pishgaman Giant Team Iran.

Dominasi Ahad terjadi saat balapan memasuki Kelok 44. Pebalap Tabriz ini terlihat dominan bahkan mampu meninggal pebalap lainnya yang saat itu berada di rombongan depan. Bahkan saat masuk finis dia sendirian atau unggul dari pebalap yang finis kedua yaitu Arvin Moazemi dengan selisih 16 detik.

Arvin yang juga pemegang yellow jersey ini finis dengan catatan waktu 3:27:30. Hasil ini mengkokohkan pebalap Pishgaman Giant Team Iran itu di puncak klasemen bahkan mampu memperlebar jarak waktu dengan pebalap yang berada diposisi dua klasemen yaitu Amir Zargari dengan selisih tiga menit 23 detik.

Pebalap dengan nomor start 185 ini bahkan masih melanjutkan keperkasaanya untuk predikat raja tanjakan (Polkadot jersey). Arvin dengan finis kedua kokoh dipuncak dengan raihan 89 poin. Sedangkan Ahad tetap berada di posisi kedua dengan raihan 67 poin.

Untuk posisi raja sprint (green jersey) hingga saat ini tidak ada perubahan posisi. Hossein Askari dari Pishgaman Giant Team tetap kokoh dipuncak dengan 14 poin dan disusul oleh Thomas Rabou dari AttaqueTeam Gusto dengan 13 poin dan posisi tiga Arvin Moazemi dengan 13 poin.

Sementara itu pada etape delapan tidak ada pebalap Indonesia yang mampu masuk 10 besar tercepat. Meski tidak masuk 10 besar nama Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team tetap memegang orange jersey atau predikat pebalap ASEAN tercepat.

Selain itu pebalap asal Sumedang Jawa Barat itu tetap mengendalikan red white jersey atau pebalap Indonesia tercepat. Hingga etape delapan Dadi Suryadi mengumpulkan catatan waktu 27:28:12.

Posisi Dadi saat ini terbilang cukup aman karena mempunyai selisih waktu yang cukup jauh dengan posisi dua untuk kategori pebalap ASEAN. Pebalap yang terdekat adalah Marcelo Felipe dari 7 Eleven Filipina dengan selisih waktu empat menit 48 detik.

Kejuaraan balap sepeda internasional tinggal menyisakan satu etape yaitu dari Padang Panjang menuju Kota Padang, Minggu (10/10). Persaingan dipastikan akan lebih ketat.