Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan dalam 5 tahun terakhir kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperhitungkan oleh negara lain.

“Dalam 5 tahun terakhir ini TNI juga telah menjadi kekuatan yang diperhitungkan oleh negara-negara lain. Dengan segala kelebihan dan kehebatannya kita harus acungkan jempol, tapi kedepan masih ada pekerjaan yang belum selesai,” kata TB Hasanuddin di Jakarta dalam rangka memperingati HUT TNI ke-70, Senin.

Dia mengatakan, sesuai amanat UU TNI no 34/2004 pasal 64 ayat 2, prajurit tunduk pada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum yang diatur dengan undang undang.

“Saya kira ini lah pekerjaan rumah pemerintah dan DPR kedepan, memantapkan reformasi ditubuh TNI, saya yakin TNI akan ikhlas demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Sesmil Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Tujuh puluh tahun bukan masa yang pendek, dan TNI pun telah mengalami pasang surut dalam menjaga jati dirinya. Di zaman orba TNI justru berubah menjadi kekuatan politik rezim pemerintah saat itu, tapi ketika reformasi bergulir, TNI dengan cepat mereformasi dirinya bahkan mungkin TNI lah sebagai lembaga yang paling reformis saat ini.

“Sesuai UU TNI no 34/2004, TNI telah menempatkan jati dirinya sebagai tentara nasional, tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional yang tidak berbisnis, dan tidak terlibat dalam politik praktis. Kita perlu apresiasi juga , sekarang ini TNI juga terbuka terhadap kritik publik,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Katanya lagi, tepat 70 tahun yang lalu TNI lahir dari kancah revolusi, dari rakyat dan untuk rakyat, disaat yang tepat ketika bangsa dan negara membutuhkan dharma baktinya .

“Kami semua mengucapkan Selamat Ulang Tahun. Semoga TNI tetap tegak dan tegar sebagai benteng NKRI,” kata TB Hasanuddin.