Batam, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Puluhan nelayan Pulau Karas Kota Batam, Kepulauan Riau merayakan HUT Kemerdekaan ke-70 Indonesia dengan lomba pacu perahu jongkong, sejenis kapal kayu tanpa mesin dan tanpa layar yang cuma memuat satu orang.

Lurah Karas, Ute Rambe, di Batam, Sabtu, mengatakan sengaja memilih lomba pacu perahu jongkong, karena kegiatan itu sangat diminati masyarakat pulau yang mayoritas pencari ikan.

Buktinya, saat lomba, nyaris seluruh nelayan lebih memilih ikut pertandingan daripada mencari ikan ke tengah laut.

"Tidak ada nelayan yang melaut, semuanya ikut lomba," ucapnya, yang menyiapkan hadiah jutaan rupiah untuk warga yang memenangkan pacu jongkong.

"Ini disediakan hadiah dari lurah, juara I saja dapat Rp800.000," kata dia. Lurah menjadi sponsor.

Warga Pulau Karas, Badrun mengaku senang mengikuti lomba yang diadakan setiap HUT RI itu. "Demi kebersamaan, senang-senang saja, bukan karena ingin dapat hadiah besar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, perayaan HUT Kemerdekaan ke-70 Indonesia di kota itu sangat kental dengan budaya maritim, dengan berbagai kegiatan di pantai dan laut.

"Setiap kecamatan akan menyelenggarakan acara sendiri-sendiri. Untuk kecamatan di pesisir melaksanakan berbagai kegiatan khas seperti pesta anak pantai, lomba sampan dan lainnya," tutur Ardi.

Pesta Anak Pantai akan dilaksanakan Kecamatan Galang pada 22 Agustus dan Kecamatan Sekupang pada 5 September.

Biasanya dalam pesta itu, panitia menggelar sejumlah perlombaan khas anak pantai seperti panjat pinang dan gebuk bantal di atas laut, juga lomba balap kapal dan balap renang. Selain itu juga ada penampilan penari dari pulau-pulau penyangga.

Kecamatan Nongsa juga menyelenggarakan Pesta Rakyat, serupa dengan Pesta Anak Pantai pada 29 Agustus.

Sementara Kecamatan Belakangpadang akan merayakan HUT RI dengan sampan layar pada 17 Agustus, setelah upacara detik-detik proklamasi. Dan Kecamatan Bulang mengadakan lomba sampan layar dan ketinting pada 18 Agustus.