Jakarta (ANTARA News) - Tim bulu tangkis junior Indonesia berhasil masuk putaran semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2015 selepas menyingkirkan tim tuan rumah Thailand 3-2 dalam putaran perempat final yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Selasa.

"Alhamdulillah, kami dapat lolos melawan Thailand. Hasil pertandingan tadi hampir saja meleset dari target," kata Manajer Tim Indonesia dalam Kejuaraan Junior Asia Umar Djaidi seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Tim Indonesia sempat tertinggal 0-2 dari tim Gajah Putih pada awal pertandingan menyusul kekalahan pada partai ganda putra dan tunggal putri.

Pasangan ganda putra junior Indonesia Andhika Ramadiansyah/Yahya Adi Kumara kalah dari ganda putra Thailand Tantianankul Krit/Narongrit Mek dengan skor 19-21, 23-25 selama 49 menit pertandingan.

Sedangkan Ruseli Hartawan yang turun pada partai tunggal putri juga tidak mampu mencuri poin dari Thailand setelah kalah dari Katethong Supanida dengan skor 15-21, 19-21 dalam waktu 41 menit.

"Kekalahan pada partai awal pasti mempengaruhi pemain lain. Tapi, Enzi dapat menang pada akhir pertandingan. Setelah Enzi menang, kami lebih yakin pada dua partai berikutnya. Enzi menjadi pembuka kemenangan tim kami," kata Umar.

Pada partai tunggal putra, Enzi Shafira akhirnya membuka jalan kemenangan bagi tim Merah-Putih setelah berhasil menaklukkan Wangcharoen Kantaphon dalam rubber game dengan skor 16-21, 21-19, 22-20.

"Saya sangat tegang tadi di lapangan. Apalagi Indonesia tertinggal 0-2 dari Thailand. Saat bermain, saya merasa beban di pundak sangat berat," kata Enzi.

Ganda putri Apriani Rahayu/Nisak Puji Lestari menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan menundukkan pasangan Ostermeyer Kilasu/Katethong Supanida dengan skor 21-19, 19-21, 21-8.

Pasangan ganda campuran Beno Drajat/Yulfira Barkah mengunci kemenangan bagi Indonesia selepas melibas pasangan Nipornram Pachaarapol/Mingchua Supamart dengan skor 21-18, 21-15.

"Semula kami bermain sedikit tegang. Tapi, pada game kedua permainan kami udah biasa karena lawan juga keliatan lebih tegang dari kami. Kami senang dapat menyumbangkan kemenangan untuk Indonesia," kata Yulfira.