Gorontalo (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, mengharapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberi kontribusi yang lebih besar dengan membuka lapangan kerja lebih banyak di Indonesia.

"Produk pangan akan mampu memberikan kontibusi yang besar untuk lapangan kerja dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Jika UMKM bisa dikembangkan maka kekuatan ekonomi nasional kita akan lebih baik dan berkualitas," kata Rachmat pada peresmian Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2015, di Gorontalo, Minggu.

Rachmat mengatakan, Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri tersebut sudah menjadi agenda tetap Kementerian Perdagangan sejak tahun 2006, yang memberikan kesempatan bagi usaha skala kecil untuk membuka akses pasar di tingkat nasional.

"Dengan kita bisa mengangkat dan mempromosikan semua produk pangan lokal, harus bisa menjadi produk yang dikonsumsi masyarakat secara nasional dan nantinya juga harus mampu menjadi produk internasional," ujar Rachmat.

Menurut Mendag, pameran seperti ini juga merupakan salah satu langkah untuk menggali potensi kekayaan pangan Indonesia, dikarenakan Indonesia sendiri memiliki hasil bumi yang melimpah dan juga didukung dengan uniknya kebudayaan tiap-tiap daerah.

"Masing-masing daerah mempunyai ciri khas pangan masing-masing, itu yang harus kita gali dan harus kita angkat," tutur Rachmat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina mengatakan bahwa pameran tersebut juga ditujukan untuk ajang promosi dan membuka akses pasar khususnya bagi usaha mikro dan kecil.

"Pameran ini dimaksudkan untuk ajang promosi dan membuka akses pasar. Selain itu juga untuk membangun jejaring pemasaran kepada usaha mikro kecil, agar menstimulasi ekonomi lokal di seluruh nusantara," ujar Srie.

Pameran yang berlangsung pada 31 Mei hingga 3 Juni 2015 mendatang merupakan bentuk dukungan dan fasilitasi dari Kementerian Perdagangan agar usaha mikro bisa tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi nyata dalam pembukaan lapangan kerja.

"Pameran ini juga merupakan bentuk dukungan dan fasilitasi agar usaha mikro bisa tumbuh dan berkembang, Supaya berkontribusi nyata dalam pembukaan lapangan kerja," tambah Srie.

Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri telah dilaksanakan sejak tahun 2006 lalu, Kota Gorontalo merupakan kota ke-17 dalam pelaksanaannya, dan merupakan kota pertama pada tahun 2015 ini.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 134 UKM, yang terdiri dari 65 UKM peserta Pameran Pangan Nusa (PPN) dan 69 UKM peserta Pameran Produk Dalam Negeri (PPDNR).

Selain itu, ada 9 Provinsi turut berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu Maluku Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta peserta UKM tuan rumah dari Gorontalo dan kabupaten kota di Gorontalo.

PPN diisi oleh 65 stan yang terdiri dari 21 stan untuk 9 provinsi dan 44 stan untuk tuan rumah. Untuk PPDNR akan diisi 69 stan yang terdiri atas 22 stan untuk 9 provinsi peserta dan 47 stan untuk tuan rumah Provinsi Gorontalo.

Agenda PPN dan PPDNR tahun 2015 berikutnya dilakukan di Surakarta pada 5-8 Agustus 2015 dan di Bukit Tinggi pada 12-15 September 2015, serta selanjutnya di Lapangan Monas Jakarta 8-11 Oktober 2015 sebagai puncak acara.