Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik sebesar 9,92 poin atau 0,19 persen menjadi 5.263,31.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan (LQ45) bergerak menguat 2,52 poin (0,28 persen) ke level 915,45.

"Faktor teknikal menjadi salah satu pendorong indeks BEI bergerak menguat setelah pada hari sebelumnya (Rabu, 27/5) mengalami tekanan," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Selain itu, menurut dia, mulai membaiknya bursa saham Eropa dan Amerika Serikat juga menjadi salah satu penopang bagi IHSG BEI. Di tengah situasi itu sebagian pelaku pasar mulai melakukan akumulasi beli saham secara selektif pasca pelemahan indeks BEI pada hari sebelumnya.

"Pada perdagangan Kamis (28/5) IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 5.246-5.320 poin," katanya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa IHSG BEI mendapat sentimen positif dari bursa global menyusul Yunani kemungkinan telah mendekati kesepakatan akhir dengan kreditur terkait masalah utangnya.

"Indeks bursa saham di kawasan Asia seperti Jepang dan Korea pada sesi pertama juga mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan," katanya.

Ia mengatakan menguatnya bursa saham eksternal itu seiring dengan pernyataan PM Yunani Alexis Tspiras yang menyatakan bahwa negaranya telah semakin mendekati kesepakatan, yang akan memberikan dampak posisif bagi perekonomian Yunani.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 162,91 poin (0,58 persen) ke level 27.918,30, indeks Nikkei naik 123,87 poin (0,61 persen) ke level 20.596,45 dan Straits Times melemah 11,35 poin (0,30 persen) ke posisi 3.414,00.