Palembang (ANTARA News) - Pemain Sriwijaya FC Raphael Maitimo meninggalkan markas klub di Palembang, Rabu, menuju ke kampung halamannya di Belanda setelah tak kunjung mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan kompetisi profesional musim ini.

Pemain naturalisasi ini mengekor keputusan tiga pemain asing yang telah lebih dahulu kembali ke negara masing-masing, Goran Ljubojevic (Kroasia), Morimakan Koita (Sudan), dan Abdoulaye Youssouf Maga (Mali).

"Saya kecewa atas apa yang terjadi di sepak bola Indonesia. Saya berharap sekali ada kabar baik setelah pulang ke Belanda, dan siap kembali ke Indonesia untuk bertanding," kata pemain keturunan Ambon ini.

Rasa kecewa pemain berusia 31 tahun ini lantaran pada tahun ini berkeyakinan bakal menuai sukses bersama Sriwijaya FC seiring dengan semakin menanjaknya performa secara pribadi sejak dilatih oleh Benny Dollo.

"Saya bisa dipanggil memperkuat Timnas, dan merasa sudah sangat senang bersama Sriwijaya FC. Tapi, kenyataan yang ada membuat saya harus kembali ke Belanda," kata mantan pemain Mitra Kukar ini.

Hingga saat ini, klub profesional masih menunggu kepastian pelaksanaan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air karena diberikan batas akhir hingga 29 Mei oleh FIFA untuk menyelesaikan kisruh antara PSSI dan Kemenpora.

Sekretaris Tim Sriwijaya FC Haris mengatakan manajemen klub memutus kontrak pemain asing dengan tidak memberikan kompensasi karena PT Liga Indonesia (operator kompetisi) menyatakan status force majeure.

Namun, klub memberikan alternatif kepada punggawa "Laskar Wong Kito" dengan pemberian gaji sebesar 25 persen dari kontrak pada setiap bulan bagi pemain yang memilih berlatih dengan bertahan di markas klub, dan gaji sebesar 10 persen dari kontrak pada setiap bulan bagi pemain yang memilih meninggalkan klub atau kembali ke kampung halaman.

"Klub memikirkan keberlangsungan klub ini juga, jika pemain dirumahkan maka khawatir akan cedera jika bermain di liga antarkampung, jadi muncul tawaran untuk tetap berlatih di Palembang. Sementara ini, hanya empat pemain lokal yang memutuskan pulang kampung," kata dia.