Sarilamak (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengevakuasi warga di lokasi longsor yang menimpa Nagari Sarilamak Minggu (24/5) malam agar mereka terselamatkan jika timbul longsor susulan.

"Saat ini kami terus melakukan evakuasi masyarakat di titik-titik longsor yang tersebar di sepanjang jalan alternatif Sumbar-Riau tersebut," Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota Edi di Sarilamak, Selasa.

Ia mengatakan pada hari pertama pihaknya memang melakukan evakuasi secara manual, namun Senin malam (25/5) alat berat sudah sampai di lokasi dan membersihkan material longsor.

"Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan tanggap darurat selesai dan kita terus membersihkan titik-titik longsor itu," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini belum banyak yang dapat dilakukan masyarakat setempat karena masih dalam kondisi trauma.

Menurutnya para korban longsor tersebut membutuhkan bantuan berupa pangan, papan dan makanan siap saji.

"Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat sekitar sudah mendirikan dapur umum serta tenda-tenda bagi pengungsi," kata dia.

Sebelumnya bencana tanah longsor melanda Limapuluh Kota Minggu malam, dimana 17 warga dari lima kepala keluarga diungsikan karena rumah hancur, kata warga setempat Medi (50).

Ia mengatakan bencana tersebut tepatnya menimpa Jorong Bulu Kasok Nagari Sarilamak Kecamatan Harau itu menyebabkan dua rumah hancur, dua rumah rusak berat, dan dua jembatan tidak dapat dilalui.

"Jembatan tersebut, satu putu putus sementara yang satu lagi tertimbun material lonsor," kata dia.

Kemudian, kata dia, mlongsor tersebut menyebabkan jalan alternatif Sumbar-Riau yang tembus ke Kabupaten Kampar Kiri itu putus total sehingganya 80 KK terisolasi.