Palopo (ANTARA News) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin baru saja meresmikan transformasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

Menag menilai proses transformasi sudah mulai memberi dampak meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Karenanya, Menag mengingatkan civitas akademika IAIN Palopo agar terus berupaya meningkatkan layanan akademik yang berkualitas dan memuaskan masyarakat.

Pesan ini disampaikan Menag saat meresmikan transformasi STAIN menjadi IAIN Palopo, Sabtu (23/5).

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap PTKI semakin besar dan ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan akademik.

“Hal ini ditandai dengan makin kuatnya dukungan masyarakat Muslim yang menjadikan PTKI sebagai pilihan pertama untuk putra-putri mereka. Terlebih, setelah beberapa STAIN berubah menjadi IAIN dan IAIN beralih status menjadi Universitas Islam Negeri atau UIN,” terang Menag seperti dikutip kemenag.go.id, Minggu.

IAIN Palopo sendiri didirikan pada 1968. Awalnya PTAI ini merupakan kampus cabang IAIN (UIN) Alauddin Makassar. Pada 1997, kampus ini berdiri sendiri sebagai STAIN. Kemudian pada 2014 lalu, bertransformasi menjadi IAIN.

“Dengan tersedianya program studi umum yang terintegrasi dengan program studi keislaman, akan mempersempit dikotomi keilmuan yang menjadi ciri khas (distingsi) sekaligus competitive advantage PTKI. Hal ini akan menjadi daya tarik lain bagi masyarakat untuk memasukkan putra putrinya ke kampus PTKI,” imbuh Menag.

Sementara itu, Rektor IAIN Palopo Abdul Pirol menyatakan, alih status ini berkat perjuangan banyak pihak. “Semua ini berkat usaha dan perjuangan para pendahulu, para tokoh masyarakat Tanah Luwu, Pemrov Sulsel, Pemkot Palopo, Pemda Luwu, Kemenag dan lain sebagainya,” terangnya.

Pirol menyatakan, Pemkot Palopo berjanji akan menghibahkan tanah dan bangunan SMPN yang berada tepat di samping kampus IAIN. Selain itu, Pemda Kabupaten Luwu juga berjanji siap menghibahkan 2 lahan tanah. Di sebelah utara, 10 H dan di sebelah selatan, seluas 15 H. “Tetapi masyarakat menuntut agar kampus segera dibangun, jika tidak, lahan mau ambil lagi,” terang Pirol serius sambil bergurau.

Saat ini, tambah Pirol, IAIN Palopo mempunyai 4 fakultas, dengan prodi berjumlah 16. “Saat ini, kami mempunyai 3-ribuan mahasiswa dan 104 dosen,” imbuhnya.