Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia mencatat laba bersih sebesar 862.000 dolar AS atau setara Rp11,2 miliar setelah mengalami kerugian sebesar 14,8 juta dolar AS atau Rp192 miliar pada periode sama 2014.

"Hasil ini menunjukkan peningkatan kinerja yang sangat positif dibandingkan kinerja kuartal pertama tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadikan Citilink dapat terus melanjutkan ekspansi bisnisnya dalam dua tahun mendatang," kata Direktur Utama Citilink Albert Burhan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Albert menjelaskan dari sisi pendapatan usaha Citilink meraup 107,23 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun (dengan kurs Rp13.000 per dolar AS) atau naik 38 persen dibanding periode yang sama 2014.

Dia menambahkan, aset Citilink juga meningkat dari 166,7 juta dolar AS (Rp2,2 triliun) menjadi 185,5 juta dolar AS (Rp2,4 triliun).

Sedangkan, lanjut dia, ekuitas yang dimiliki Citilink menjadi positif, yaitu sebesar 8,2 juta dolar AS atau Rp106,6 miliar dari periode sama 2014 yang mengalami defisiensi modal.

Lebih lanjut Albert menguraikan perihal kinerja operasional kuartal pertama, selama periode Januari hingga Maret 2015 Citilink berhasil menerbangkan 2.080.000 penumpang atau naik 32,5 persen dibandingkan periode sama 2014 yang mencatat 1.570.000 penumpang.

"Citilink sendiri menargetkan jumlah penumpang mencapai 11,2 juta orang di akhir 2015," kata Albert.

Sedangkan, lanjut dia, frekuensi penerbangan meningkat pula dari rata-rata per bulan 3.828 frekuensi terbang pada kuartal pertama 2014 menjadi 4.764 frekuensi terbang pada kuartal pertama 2015, atau naik 24,5 persen.

Sementara tingkat isian penumpang (seat load factor-SLF) mengalami peningkatan dari 76,0 persen kuartal pertama 2014 menjadi 80,3 persen di kuartal pertama 2015.

Dengan pencapaian untung di kuartal pertama 2015 ini, Albert mengatakan Citilink tetap ingin memberikan kenyamanan penerbangan dengan berbasis harga tiket ekonomis.

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh unit dan karyawan Citilink serta kepercayaan dan loyalitas masyarakat yang menjadi modal yang kuat dalam mengejar target pertumbuhan yang diinginkan perusahaan," katanya.