Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel meyakini World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) yang diselenggarakan untuk kedua kalinya di Indonesia telah menambah keyakinan investor terutama asing untuk menanamkan modalnya di negeri ini.

"Ini akan melengkapi upaya (pemerintah) untuk meyakinkan para pengusaha," kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah oleh penyelenggara World Economic Forum (WEF) untuk kedua kalinya merupakan keuntungan bagi Indonesia untuk mempromosikan diri. Ia juga menilai hal itu membuktikan Indonesia memiliki nilai positif di mata dunia internasional.

"Jika diadakan di Indonesia berarti mereka melihat ada sesuatu yang positif karena banyak negara yang juga menginginkan menjadi tuan rumah. Pertemuan ini digelar untuk membangun networking untuk berbagai pihak," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Rachmat, pihaknya harus memanfaatkan dengan maksimal peluang-peluang yang mulai terbuka pada pertemuan selama dua hari di Jakarta itu. Tahun mendatang WEF-EA akan diselenggarakan di Malaysia.

"Beberapa pertemuan bilateral telah dilakukan, seperti dengan Vietnam, Malaysia, dan juga Afrika Selatan," ujar Rachmat yang memanfaatkan ajang itu untuk melakukan berbagai pertemuan untuk menjajaki kerja sama ekonomi.

Dalam pertemuan bilateral pada rangkaian WEF-EA tersebut, lanjut Rachmat, pihaknya membicarakan tentang harapan Indonesia agar Afrika Selatan menjadi pintu masuk untuk produk-produk buatan dalam negeri ke pasar Afrika. Sementara dengan Vietnam dan Malaysia, pihaknya melakukan pembahasan mengenai turunnya harga komoditas ekspor, khususnya karet.

Selain itu, beberapa pertemuan bilateral juga dilakukan oleh Rachmat, diantaranya adalah dengan beberapa pimpinan perusahaan multinasional seperti Heineken, Standard Chartered, Diageo, Hitachi, Mitsubishi Corporation, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan juga perwakilan dari pemerintah Swiss.

Pertemuan tersebut dihadiri 748 orang wakil dari pemerintahan yanng berasal dari 40 Negara, 42 pemuka media, 180 CEO perusahaan terbesar dunia, dan delapan organisasi internasional. Banyaknya jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya minat para tokoh, pengusaha, dan pelaku dunia bisnis untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam WEF-EA yang digelar pada 19-21 April 2015 dibahas empat poin utama yang antara lain terkait dengan ketahanan pangan yaitu bagaimana petani mampu meningkatkan produksi hingga 20 persen pada tahun 2022, melalui pengembangan infrastruktur, sektor ekonomi digital, dan industri.

Selain itu juga dibahas masalah yang terkait dengan penyakit yaitu perlu adanya program kesehatan untuk membangun masyarakat berkelanjutan. Sementara di sektor sektor finansial, diamanatkan ada akses permodalan dan investasi.