Sukabumi (ANTARA News) - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan ada empat daerah di Jabar yang rawan longsor dan bisa terjadi kapan saja sehingga dikhawatirkan jatuh korban jiwa.

"Ke empat daerah tersebut adalah Kabupaten Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur," katanya usai meninjau lokasi longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Senin.

Menurutnya, di empat daerah tersebut sering terjadi bencana tanah longsor serta kerap timbul korban jiwa, bahkan saat ini di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Kampung Cimerak terjadi bencana tanah longsor yang menyebabkan 12 orang tewas, 11 rumah rata dengan tanah dan satu rumah rusak sedang.

Lebih bencana tanah longsor ini kerap mengancam warga di Jabar karena masih banyak warga yang tinggal di lereng bukti maupun tebing. Selain itu, sudah banyak lahan perbukitan yang dijadikan warga sebagai tempat pemukiman baru ditambah pohon-pohonnya ditebang sehingga menambah labil tanah yang akhirnya terjadi longsor.

"Langkah antisipasi sejak dini seperti mitigasi bencana harus diperhatikan seluruh pihak dan tidak hanya pemerintah saja, tetapi seluruh warga khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor," tambahnya.

Di sisi lain, artis yang menjadi orang nomor dua di Pemprov Jabar ini mengimbau seluruh pemda kota dan kabupaten untuk secara bertahap melakukan relokasi warga khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor. Walaupun biayanya besar, tetapi nyawa manusia lebih penting dibandingkan dengan biaya.

Deddy mengatakan pemprov siap membantu pemda di Jabar dalam menanggulangi bencana dan tidak hanya longsor saja, seperti angin puting beliung, banjir dan lain-lain, dengan tujuan untuk meminimalisir jatuhnya korbannya jiwa dan kerugian harta serta nyawa. Disamping itu juga, khusus untuk Pemkab Sukabumi pascatanggap bencana ini, yang harus diperhatikan adalah warga yang mengungsi.

"Untuk warga yang rumahnya rusak untuk segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan yang terancam dicarikan solusinya, karena jika dilihat kondisi daerah di lokasi longsor ini sudah tidak layak untuk dijadikan permukiman," katanya.