Jakarta (ANTARA News) - Puting beliung menerjang empat kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kecamatan Minggir, Seyegan, Tempel, dan Turi, Rabu sekitar pukul 15.00 WIB.

Bencana itu merenggut tiga nyawa yaitu Magdalena Sukilah (35), Theresia Krisnawati (40), dan Yulianti Tri Sutanti (50). Ketiganya warga Dusun Temanggung, RT 4/22, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tempel.

"Ketiga korban meninggal akibat tertimpa tembok roboh pada saat memasak di rumah yang menjadi tempat usaha catering," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain itu, puting beliuang itu juga mengakibatkan dua orang terluka yakni Bintang (8) dan Ashar Budiwati (35).

"BPBD Kabupaten Sleman telah melakukan evakuasi korban. BPBD dan komunitas relawan dibantu warga bergotong royong membersihkan rumah warga yang rusak. Selain itu bantuan logistik telah didistribusikan ke warga," ujar Sutopo.

Menurut dia, puting beliung dalam sepekan terakhir menerjang beberapa tempat di Jawa Tengah seperti di Boyolali, Magelang, dan semarang, serta Trenggalek, Jawa Timur.

"Dampak yang ditimbulkan adalah rumah rusak dan pohon tumbang," kata Sutopo.

Di tempat lain terjadi kecelakaan kapal tenggelam di Pulau Luang bagian barat, Desa Hilmarna, Kecamatan Mdonahiyera, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku pada Senin (24/3) pukul 22.00 WIT.

Dua orang tewas dan satu orang hilang, yakni Muhammad Isnaini (26) yang berprofesi sebagai guru di SMP Hilmarna. Sedangkan tujuh penumpang lainnya selamat.

Menurut Sutopo, kronologi kejadian adalah kapal speed boat mengangkut 10 orang penumpang yang berasal dari Desa Hilmarna tiba-tiba tenggelam ketika menuju kapal perintis Sabuk Nusantara 43 yang sedang berlabuh di Pulau Kelapa. Diperkirakan speed boat diterjang ombak.

BPBD Maluku Barat Daya bersama masyarakat dan Muspika setempat melakukan evakuasi dan masih melakukan pencarian korban hilang.

(A063/S024)