Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan memaksa warga pindah dari bantaran sungai untuk kelangsungan sodetan Ciliwung ke fasilitas Banjir Kanal Timur.

"Kalau dia nolak, kita harus paksa, karena dia dudukin tanah kita. Ini masalahnya enggak mungkin sodetan berhenti," kata Basuki di Jakarta, Jumat.

Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya akan memberi uang simpatik (kerohiman) bagi warga yang akan direlokasi dari bantaran Sungai Ciliwung.

Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta tidak ikut campur dalam proses pengerajaannya karena itu wewenang Kementerian PU dan Pemda hanya bertugas membebaskan lahan.

"Pembebasan lahan akan kita data lagi saja nanti dan untuk pengerukan tetap akan jalan terus," kata dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Jakarta, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono meresmikan pengerjaan sodetan Kali Ciliwung pada Rabu (18/2) di Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Di situ, Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum agar menyelesaikan sodetan itu pada Oktober 2015 sehingga, ketika memasuki musim penghujan berikutnya, sodetan itu sudah bisa berfungsi dengan baik.

"...sebelum hujan datang, ini harus selesai dan saat hujan berikutnya sudah dapat dioperasikan sehingga sodetan dapat mengurangi volume air yang di Ciliwung untuk dilarikan ke Banjir Kanal Timur," kata Presiden.