Bandarlampung (ANTARA News) - Puluhan keluarga yang rumahnya mengalami kebanjiran dan terendam air di Kelurahan Kalibalau Kecamatan Kedamaian Kota Bandarlampung, Senin, terpaksa mengungsi, menyusul hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (8/2) sore.

Puluhan warga yang tinggal di Jalan Haji Sarif Kalibalau itu menyatakan, hujan terjadi sejak pukul 17.00 WIB, telah mengakibatkan banjir hingga membuat puluhan kepala keluarga harus mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mengerahkan satu perahu karet untuk melakukan evakuasi warga yang masih terjebak di rumah mereka yang telah tergenang air.

"Total saat ini ada 80 rumah yang terendam banjir, ini akibat Sungai Balau meluap," kata Ketua RT 03 LK I Kelurahan Kalibalau Agus Taufik.

Dia mengatakan dalam dua bulan ini sudah lima wilayah di sekitar daerah ini terendam banjir, tapi banjir hari ini yang parah sehingga membuat warga harus mengungsi.

Barang-barang berharga milik warga banyak yang tidak terselamatkan, seperti barang elektronik, baju dan yang lainnya.

Ia menyatakan, penyabab banjir ini karena ada tanggul penahan aliran sungai jebol. Terdapat tiga titik yang mengalami kerusakan hingga air meluap ke rumah warga.

Sampai Minggu tengah malam, bantuan sudah mulai datang berupa makanan ringan dan minuman.

"Kami membutuhkan baju dan makanan dalam beberapa hari ini, karena seluruh barang yang ada di dalam rumah sudah hanyut," kata dia lagi.

Danramil Tanjungkarang Timur, Kapten Infantri Syamsudi mengatakan, air mulai naik sejak Minggu, sekitar pukul 20.00 WIB, dan saat itu juga personel TNI setempat langsung melakukan evakuasi warga.

"Kami mulai melakukan evakuasi warga saat air sudah mulai naik dan cukup membahayakan warga," katanya.

Kepala BPBD Kota Bandarlampung Edi Heriyanto mengatakan banjir di sejumlah wilayan di Bandarlampung salah satunya di Kelurahan Kalibalau.

"Jalan Haji Syarif ini wilayah banjir yang paling parah ada empat titik, dan banjir ini paling parah. Kami memprioritaskan wilayah ini sebab tinggi airnya sudah mencapai 1,5 meter," kata dia.

Dia mengatakan, aliran air diduga berasal dari sungai di wilayah Kecamatan Kemiling. Banjir juga terjadi di Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kecamatan Telukbetung Timur, dan tiga kecamatan ini mengalami banjir namun tidak terlalu parah.

"Banjir hari ini cukup parah, apalagi ada tanggul yang jebol di wilayah ini. Kami meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum agar dapat cepat menangani masalah ini," ujar dia.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas PU setempat untuk menangani wilayah yang rawan banjir dan meminta tanggul dibuat lebih besar serta kuat agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
(RB*B014)