Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPR RI Elnino M Husein Mohi meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi kerjasama Indonesia-Malaysia dalam mengembangkan mobil nasional.

"Jika kerjasama tersebut adalah bagian dari pengembangan mobil nasional Indonesia. Mengapa bukan Esemka yang dikembangkan dengan serius sebagai bagian dari program besar Low Cost Green Car ? Kan yang bikin Pak Jokowi sangat ngetop sewaktu jadi Walikota Solo itu adalah mobil Esemka," kata Elnino di Jakarta, Sabtu.

Dia juga menilai penandatanganan MoU antara CEO Proton Holdings Abdul Harith Abdullah dengan CEO PT Adiperkasa Citra Lestari AM Henderopriyono tidak tepat waktu karena saat ini Indonesia sedang tersinggung oleh iklan produk sebuah perusahaan Malaysia yang merendahkan dan melukai perasaan rakyat Indonesia.

"Kalau saya presiden, saya tidak hadiri acara MoU itu jika dilaksanakan sekarang karena saya mesti mewakili rasa tersinggung rakyat," kata dia.

Dia juga menilai semestinya ada studi kelayakan bisnis yang komprehensif sebelum MoU yang ditandatangani.

Di samping itu, dia menilai Presiden perlu menjelaskan alasan bekerjasama dengan Proton yang dinilainya terus merosot penjualannya karena kalah bersaing dengan merek Jepang dan Korea Selatan dan bahkan di Malaysia sendiri omsetnya anjlok 50 persen menjadi hanya 21 persen.

"Saya tetap menghargai Malaysia seperti saudara sendiri. Saya pun menghormati keputusan-keputusan Presiden, tetapi mesti ada penjelasan yang rasional tentang MoU itu," sambung Elnino.

"Tanpa penjelasan yang masuk akal, maka bukan tidak mungkin ada orang yang membaca kehadiran presiden dalam penandatanganan MoU itu benar-benar hanya sekadar membantu kelancaran bisnis seorang tokoh yang menjadi tim suksesnya, sebagai balas jasa belaka," demikian Elnino.