Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati (dapil DKI Jakarta II) mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) harus secara masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengubah pola pikir masyarakat dari kuratif (mengobati) menjadi preventif (mencegah) terkait kesehatan.

Hal itu disampaikan Okky dalam rilis yang diterima ANTARA News, Jakarta, Jumat menanggapi rencana diperpanjangnya aktivasi kartu kepesertaan BPJS Kesehatan selama sebulan untuk pasien rumah sakit kelas I dan II. Sebelumnya, aktivasi berlaku tujuh hari.

Pemerintah lewat Menko Perekonomian Sofyan Djalil beralasan, aktivasi sebulan itu justru untuk menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Banyak kasus pasien kelas I dan II baru mengurus kartu kepesertaannya saat sedang dirawat, dengan harapan BPJS Kesehatan bisa menanggung biaya pengobatan.

Dan ironisnya lagi, setelah sembuh pasien tersebut enggan membayar iuran kesehatannya. Realita seperti ini bila dibiarkan akan membangkrutkan JKN.

Menurut Okky, serba dilematis menghadapi peserta seperti itu. Masa aktivasi, memang, telah merepotkan masyarakat yang ingin segera mendapat layanan kesehatan.

"Sementara bagi mereka yang berobat dengan memakai jasa BPJS Kesehatan, setelah sembuh lalu tidak mengiur lagi, maka ketika mereka sakit kembali, diwajibkan melunasi tunggakannya lebih dahulu," kata Okky.