Tangerang (ANTARA News) - Pasang air laut (rob) telah melumpuhkan jalur alternatif di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, menyebabkan para pengguna jalan harus mencari jalur lain.

"Air sudah mencapai ketinggian 60 cm, maka kendaraan jenis sedan dan sepeda motor harus mengalihkan ke tempat lain," kata Rohman (43), warga Kosambi di Tangerang, Kamis.

Dia mengatakan jalan Elista, Kelurahan Dadap menuju Kamal Muara, Jakarta Utara atau sebalinya yang semula sebagai ruas alternatif maka saat ini tidak dapat dilalui kendaraan jenis sedan dan sepeda motor.

Masalah tersebut sehubungan banjir ratusan rumah penduduk di Kecamatan Kosambi, terendam air dengan ketinggian mulai dari 50 cm hingga mencapai 1,1 meter akibat Laut Jawa pasang.

Sedangkan lokasi yang terendam itu berada di Desa Salembaran Jaya, Desa Dadap dan Salembaran Jati serta terparah di Kampung Ceng In, Desa Dadap dengan ketinggian air 1,1 meter.

Demikian pula akibat laut pasang juga menimpa puluhan rumah penduduk di Desa Dadap lainnya yang berdekatan dengan Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Namun ketinggian air terus bertambah bila malam hari karena laut pasang biasanya terjadi diatas pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Rohman mengatakan banjir akan lama surut karena tidak ada saluran pembuang air ke laut serta tanggul.

Bahkan banjir bertambah akibat kawasan sekitar sudah ditinggikan oleh pengembang untuk membangun perumahan mewah.

Sementara itu, Camat Kosambi, Bambang Misbahudin mengatakan pihaknya telah mendata terdapat tiga desa yang rumahnya sudah dipenuhi air.

Bambang mengatakan pihaknya sudah membantu warga dengan cara mendirikan dapur umum dan menyiapkan posko kesehatan.