Semarang (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai produk setengah jadi dapat meningkatkan nilai ekspor dibandingkan ekspor dalam bentuk barang mentah.

"Dalam hal ini kami berupaya terus mendorong program hilirisasi atau pengolahan bahan baku menjadi produk setengah jadi atau produk jadi, dengan demikian nilainya akan lebih tinggi," kata Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Zainal Arifin di Semarang, Selasa.

Seperti misalnya untuk bahan baku karet, pihaknya berharap agar ekspor komoditas tersebut tidak dalam bentuk gulungan karet tetapi minimal sudah menjadi ban sehingga harganya lebih tinggi. Komoditas lain yaitu timah, diharapkan pengiriman ke luar negeri tidak dalam bentuk bahan mentah murni melainkan diolah dulu.

"Memang untuk program ini membutuhkan biaya yang cukup besar, tetapi hasil yang diperoleh akan lebih besar lagi," katanya.

Mengenai hal tersebut, pihaknya berharap akan banyak investor yang tertarik mencoba ekspor produk setengah jadi maupun produk jadi.

Menurut dia, jika ekspor produk jadi tersebut dapat berjalan dengan baik maka bisa menutup penurunan nilai ekspor yang terhadi pada tahun lalu.

"Pertumbuhan ekspor tahun 2014 lalu belum sesuai dengan yang diharapkan, hal ini disebabkan oleh kondisi perekonomian negara tujuan ekspor yang kurang baik," katanya.

Lesunya kondisi perekonomian di sejumlah negara salah satunya Tiongkok pada akhirnya mengganggu kondisi perekonomian Indonesia mengingat banyak komoditas lokal yang dikirimkan ke negara tersebut.

"Oleh karena itu, dengan adanya upaya pengiriman dalam bentuk produk setengah jadi maupun produk jadi ini akan semakin banyak negara yang tertarik dengan produk dari Indonesia," katanya.