Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup menguat sebesar 38,05 poin atau 0,74 persen ke posisi 5.207,11.

Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 9,30 poin atau 1,05 persen ke posisi 897,50.

"IHSG BEI menguat didorong aksi spekulan atau investor yang berorientasi jangka pendek, situasi itu terlihat dari kenaikannya yang masih terbatas," ujar Director of Investment PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta.

Ia mengemukakan, penguatan IHSG BEI yang terbatas itu karena belum didukung oleh data ekonomi domestik yang positif. Data yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada awal bulan Januari 2015 menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih melambat.

"Ekspektasi ekonomi Indonesia juga belum cukup positif. Inflasi Januari 2015 diperkirakan masih tinggi, neraca perdagangan Indonesia juga masih defisit ditambah nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi terhadap dolar AS. Sehingga, potensi IHSG BEI bergerak berbalik arah atau mengalami penurunan cukup terbuka," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, kinerja laporan keuangan emiten pada 2014 yang sedianya akan dirilis pada Februari-Maret 2015 mendatang diekspektasikan belum sesuai dengan harapan karena terkena dampak negatif dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Dampak negatif jangka pendek dari kenaikan BBM subsidi akan terasa bagi kinerja emiten, namun untuk jangka panjangnya tetap akan positif," katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 281.531 kali dengan volume mencapai 7,21 miliar lembar saham senilai Rp5,04 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 207 saham, melemah 125 saham, dan yang tidak bergerak nilainya 75 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 195,85 poin (0,83 persen) ke 23.681,26, indeks Bursa Nikkei naik 2,14 poin (0,01 persen) ke 16.885,33, dan Straits Times menguat 21,90 poin (0,67 persen) ke posisi 3.303,85.