Surabaya (ANTARA News) - Munculnya tiga juara kembar atau juara bersama mewarnai dominasi tuan rumah Jawa Timur pada cabang senam Pekan Olahraga Nasional Remaja I tahun 2014 di GOR Senam Ciputra, Surabaya, Rabu.

Pada perlombaan hari kedua cabang senam yang menyediakan 12 medali emas itu, Jatim sukses merebut lima medali emas, dibuntuti kontingen Jambi dengan tiga medali emas, serta DKI Jakarta dan Sumatera Utara masing-masing dua emas.

Sedangkan Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat masing-masing memperoleh satu medali emas.

Tiga juara kembar (bersama) terjadi pada nomor palang sejajar putra, ketika Muhammad Taufik (Sulsel) dan Calvin Ponco Ayaga memperoleh nilai sama 11.500.

Kemudian di nomor meja lompat, pesenam Jambi Christian M Sianturi dan M Imam Hamam dari Jawa Barat juga mendapatkan penilaian sama 12,28 dari dewan juri.

Selain itu, pada nomor palang tunggal juga terjadi hal serupa, yakni All Sendra Sinambela (Sumut) dan Izza Syahrur Rouf (Jatim) memperoleh nilai sama 10.850.

Dari tiga juara kembar tersebut, nilai yang didapat Calvin Ponco Ayaga di nomor palang sejajar sempat diprotes ofisial Riau, dan dewan juri dalam keputusan rapat tetap mengesahkan medali emas untuk pesenam remaja asal Jambi tersebut.

"Munculnya nilai yang sama dalam perlombaan senam itu hal yang wajar, bahkan di kejuaraan internasional juga pernah terjadi juara kembar atau juara bersama. Ofisial Riau protes karena menurut mereka ada gerakan Calvin yang salah dan nilainya harus dikurangi," ujar panpel cabang senam PON Remaja, Indra Sibarani.

Ketua Umum KONI Jambi H A.S Budianto mengaku lega dengan keputusan yang diambil dewan juri yang mengesahkan medali emas atletnya, sehingga target tiga emas dari cabang senam bisa tercapai.

"Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang kami andalkan untuk mendulang medali emas, selain panahan dan pencak silat. Kami bersyukur anak-anak mampu mempersembahkan tiga medali emas," ucapnya.

Selain palang sejajar, Calvin Ponco Ayaga juga merebut medali emas dari nomor kuda-kuda setelah membukukan nilai tertinggi 11.300, mengalahkan Imam Aulia (Sumut) dengan nilai 10.950 dan Fakhri Muhammad (Sumsel) dengan 5.400.

"Untuk PON Remaja ini, kami menyiapkan bonus Rp50 juta untuk satu keping medali emas sebagai pemicu motivasi dari para atlet," tambah Budianto.



Jatim Lima Emas

Sementara itu, tuan rumah Jatim yang sehari sebelumnya telah meraih satu medali emas, kali ini kembali menambah lima emas dari 12 nomor final yang diikuti.

Adapun kelima medali emas itu masing-masing disumbangkan M Rizky Gunarso dari nomor lantai, Jelena Sandra (palang bertingkat), Salfa Avira Sania (balok keseimbangan), Izza Syahrur Rouf (palang tunggal), dan senam artistik beregu putra.

Dengan hasil tersebut, tuan rumah Jatim secara keseluruhan telah mengumpulkan enam medali emas dari cabang senam, dan tinggal mencari satu emas lagi untuk melengkapi target tujuh emas yang dibebankan KONI Jatim.

"Masih ada tiga nomor final lagi yang dilombakan pada hari terakhir Sabtu (13/12), mudah-mudahan anak-anak bisa menambah medali emas," kata Ketua Harian Pengprov Persani Jatim Indra Sibarani, berharap.