Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Asosiasi Perawatan Pesawat Indonesia atau Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto mengatakan kapasitas bengkel perawatan pesawat perlu ditingkatkan dari level yang ada saat ini.

"Terus terang kami masih harus menambah kapasitas karena pertumbuhan pesawat cukup signifikan. Sejauh ini dari asosiasi perawatan, kami baru mampu menyerap 40 persen dari peluang merawat pesawat domestik," kata Richard di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, total nilai perawatan pesawat domestik per tahun mencapai 1 miliar dollar AS, namun 60 persen diantaranya harus diakomodasi pihak luar karena kapasitas dan kapabilitas perawatan di Indonesia tidak sanggup memenuhinya.

"Jumlah bengkelnya kurang, orangnya juga perlu orang yang ahli, bengkelnya sendiri ada yang perawatannya belum overhaul, baru setingkat heavy check atau tingkat perawatan ringan. Nah ini perlu dikembangkan terus," kata Richard.

Dia menambahkan, dibutuhkan beberapa hal untuk meningkatkan kapasitas, seperti ketersediaan lahan, investasi dan dana, namun yang paling utama adalah sumber daya manusia yang memiliki keahlian.

Menurut Richard, industri perawatan pesawat di Indonesia mampu melayani seluruh jenis pesawat komersil yang beroperasi di sini.

Mengenai biaya, sangat tergantung pada jenis pesawat dan jenis perawatan yang dilakukan.

"Untuk perawatan overhaul pada jenis pesawat yang paling besar, biayanya sekitar 3 juta dollar AS hingga 4 juta dollar AS," demikian Richard.