Agung Laksono segera laporkan hasil Munas ke Kemenkumham
8 Desember 2014 11:35 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Fahmi Idris (kedua kiri) bersalaman dengan Priyo Budi Santoso (kedua kanan) dan Agung Laksono (kanan) saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (6/12), yang digelar Tim Penyelamat Partai Golkar. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Jakarta Agung Laksono akan segera melaporkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Jakarta 6-8 Desember 2014 ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
"Kami segera ke Kemenkumham setelah penutupan Munas hari ini," kata Agung di lokasi Munas IX Partai Golkar di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Musyawarah Nasional IX Golkar di Jakarta diselenggarakan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai dan yakin laporan hasil musyawarah nasional tersebut akan mendapat tanggapan positif dari Kemenkumham.
"Pelaksanaan Munas Jakarta dilaksanakan sesuai dengan payung hukum partai dan berjalan dengan demokratis serta transparan," katanya.
Dia menambahkan penyelenggaraan Munas Jakarta 2014 sesuai dengan hasil Munas Riau tahun 2009.
Agung juga mengatakan bahwa dia dan pengurus partai hasil Munas Jakarta tidak mengakui pelaksanaan Munas Bali yang diadakan kubu Aburizal Bakrie.
"Kami tidak mengakui Munas Bali. Kami sebagai penyelamat partai mempercepat penyelenggaraan Munas Jakarta untuk menyelamatkan partai," katanya.
"Perkembangan partai yang semakin kontroversi agar ada kebaikan sehingga kami percepat untuk mengakhiri silang pendapat," katanya.
"Kami segera ke Kemenkumham setelah penutupan Munas hari ini," kata Agung di lokasi Munas IX Partai Golkar di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Musyawarah Nasional IX Golkar di Jakarta diselenggarakan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai dan yakin laporan hasil musyawarah nasional tersebut akan mendapat tanggapan positif dari Kemenkumham.
"Pelaksanaan Munas Jakarta dilaksanakan sesuai dengan payung hukum partai dan berjalan dengan demokratis serta transparan," katanya.
Dia menambahkan penyelenggaraan Munas Jakarta 2014 sesuai dengan hasil Munas Riau tahun 2009.
Agung juga mengatakan bahwa dia dan pengurus partai hasil Munas Jakarta tidak mengakui pelaksanaan Munas Bali yang diadakan kubu Aburizal Bakrie.
"Kami tidak mengakui Munas Bali. Kami sebagai penyelamat partai mempercepat penyelenggaraan Munas Jakarta untuk menyelamatkan partai," katanya.
"Perkembangan partai yang semakin kontroversi agar ada kebaikan sehingga kami percepat untuk mengakhiri silang pendapat," katanya.
Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014
Tags: