Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS menguat di tengah data ekonomi baru yang menunjukkan sebuah perbaikan ekonomi AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan 1,8 dolar AS, atau 0,15 persen, menjadi menetap di 1.169,8 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Indeks dolar AS, ukuran kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, naik ke tingkat tertinggi sejak pertengahan Juni 2010 pada Senin karena sektor manufaktur zona euro tetap dalam keadaan hampir stagnasi pada Oktober, bersama dengan kinerja ekonomi positif dari Amerika Serikat.

Sebuah laporan jauh lebih baik dari perkiraan dari Institute for Supply Management (ISM) yang berbasis di AS memberikan tekanan pada emas, karena menunjukkan apa yang analis sebut "pertumbuhan luar biasa" dalam indeks komposit.

Indeks dibaca di 59,0 pada Oktober dibandingkan 56,6 pada September. Analis mencatat bahwa pesanan baru, pembacaan yang paling penting dalam laporan, naik secara tak terduga 5,8 poin menjadi 65,8.

Namun data ekonomi lainnya membatasi penurunan emas lebih lanjut. Sebuah laporan dari Markit yang berbasis di AS menunjukkan indeks manufaktur gabungan melambat menjadi 55,9 pada Oktober dari 57,5 pada September. Analis percaya ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan mendukung untuk emas.

Perak untuk pengiriman Desember naik 9,5 sen, atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 16,201 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 7,6 dolar AS, atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 1,242.8 dolar AS per ounce. (A026)