Yerusalem (ANTARA News) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah tidak akan memberikan konsesi apa pun kepada Palestina, padahal seorang pejabat Gedung Putih menyerang Israel karena Israel menolak berkompromi demi perdamaian.

Sebuah artikel yang disiarkan dalam edisi online majalah The Atlantic mengutipkan sebuah pejabat anonim pada pemerintahan Presiden AS Barack Obama yang menyebut Netanyahu "pengecut" dan menyerang kebijakan Israel dalam pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

"Saya tak akan membuat konsesi yang akan membahayakan negara kita," kata Netanyahu kepada parlemen Israel hari ini.

"Kepentingan terutama kita, yang utama dan terakhir keamanan dan kesatuan Yerusalem, adalah bukan prioritas utama sumber-sumber anonim yang menyerang secara pribadi kita dan saya."

"Serangan terhadap saya hanya terjadi karena saya melindungi Negara Israel," kata dia sengit.

AS dan komunitas internasional ramai-ramai mengecam Israel karena rencana negara itu membangun ribuan rumah di tanah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem timur yang mereka aneksasi.

Langkah ini dianggap telah membuat upaya menciptakan perdamaian dan membentuk negara Palestina menjadi hampir mustahil.

Awal Oktober lalu Gedung Putih memperingatkan bahwa diteruskannya rencana pemukiman di tanah Palestina itu akan menjauhkan Israel dari sekutu-sekutu terdekatnya, demikian AFP.