Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan mengumpulkan anak-anak muda jago Teknologi Informasi atau IT untuk membantu meningkatkan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) sehingga sistem penyelenggaraan haji menjadi lebih transparan.

"Anak muda kita banyak yang jago-jago dalam hal ini," kata Lukman Hakim menjawab pertanyaan Antara di Jakarta, Selasa, terkait rencana perbaikan pelayanan haji.

Ia menjelaskan, sistem IT pada Ditjen PHU harus ditingkatkan dan diintegrasikan dengan sistem IT Kementerian Haji Arab Saudi.

Arab Saudi sendiri menghendaki sistem IT di semua negara muslim bisa terintegrasi lewat e-hajj.

Menurut Lukman, sistem komputerisasi haji terpadu atau Siskohat harus disempurnakan.

"Kita ingin kembangkan sistem yang aplikatif. Publik harus bisa mengakses, kapan seseorang berangkat haji dan bagaimana proses penyelesaian biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH)," kata Lukman.

Dalam enam bulan ke depan sistem ini sudah harus dapat dilaksanakan karena membangun IT yang baik akan banyak membantu pelayanan kepada masyarakat sehingga transparansi dan akuntabilitas yang dibangun Kementerian Agama bisa dilaksanakan.

Dengan cara demikian, publik akan menaruh kepercayaan lebih besar lagi kepada kementerian itu.