Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengatakan, pelantikan presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla pada 20 Oktober nanti merupakan indikator bagi Indonesia bisa menjalankan demokrasi dengan baik.

"Kita tunjukkan bahwa kekhawatiran akan terjadi pengganjalan atau pemboikotan tidak akan terjadi," kata Hatta di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, proses pelantikan tersebut akan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga bisa berdemokrasi dengan baik

"Ini kan tidak terlepas dengan akan hadirnya para pimpinan dari negara-negara sahabat, jadi kita harus buktikan bahwa Indonesia betul-betul negara demokrasi," katanya.

Ia mengungkapkan akan hadir dalam pelantikan Jokowi-JK karena telah diberikan undangan oleh pimpinan MPR.

"Kemarin pimpinan MPR datang ke rumah saya dengan tujuan mengundang saya untuk menghadiri pelantikan tersebut dan saya pastikan akan hadir," ujar Hatta Rajasa .

Menurut dia,, ini merupakan tradisi yang sangat baik dimana pimpinan-pimpinan partai politik dan mantan-mantan presiden Indonesia akan diundang.

"Ada saatnya kita berkompetisi, ada saatnya kita bersatu untuk membangun negeri ini," tuturnya.

Ia juga sudah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PAN untuk hadir dalam pelantikan tersebut.

Ia berharap, pemerintahan Jokowi-JK dapat membawa Indonesia lima tahun ke depan ini lebih maju lagi, sebagaimana yang menjadi visi dan misi beliau dalam kampanye kemarin.

"Saya akan mendukung program-program yang pro kepada rakyat untuk membawa kemajuan bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini," pungkasnya.

(SDP-67/A011)