Jakarta (ANTARA News) - Bank Dunia menyerukan upaya intervensi global guna mengatasi beragam tantangan dan hambatan terkait pemberantasan korupsi transnasional yang melibatkan banyak elemen di berbagai negara.

"Intervensi antipenipuan dan antikorupsi yang sukses di dekade berikutnya akan tergantung kepada upaya internasional, kepemimpinan negara dan serangkaian prinsip pemandu solusi dan inisiatif," kata Wakil Presiden Grup Bank Dunia bidang Integritas, Leonard McCarthy, dalam siaran pers yang diterima, di Jakarta, Kamis.

Sejak pendirian Kantor Integritas pada tahun 1999, fungsi bidang tersebut pada Grup Bank Dunia telah mewujudkan sebuah posisi Wakil Presiden Integritas yang memiliki mandat guna mencegah, mengurangi, dan menginvestigasi penipuan dan korupsi dalam sektor finansial.

Sebagai bagian dari strategi termutakhirnya, Kantor Integritas juga mencari cara untuk menyebarkan dampak hal tersebut di berbagai kawasan sembari memasukkan pencegahan dan kepatuhan sebagai elemen penting.

"Fokus kami adalah mengidentifikasi solusi alternatif bagi tantangan antikorupsi yang dapat menjadi aksi kolektif oleh mitra dan klien kami dalam pembangunan," kata Leonard McCarthy.

Selama tahun fiskal 2014, investigasi yang dilakukan Kantor Integritas telah memberikan hukuman kepada 71 perusahaan dan individu karena tindakan menyimpang mencakup korupsi, kolusi, penipuan, dan/atau praktek memaksa.

(M040)