Jakarta (ANTARA News) - Baidu Inc., perusahaan internet dan teknologi asal Tiongkok, merilis Baidu Antivirus (BAV) bagi para pengguna komputer dan pengakses internet di dunia.

BAV, yang dirilis pertama kali pada Februari 2013, merupakan software antivirus pertama yang dikembangkan oleh Baidu sebagai produk global.

BAV mendukung beberapa bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Thailand, Portugis, dan Indonesia. Belum lama ini, Baidu telah merilis versi terbaru dari BAV, yakni versi 5.0.

“Baidu Antivirus versi 5.0 adalah software keamanan terbaru ini menawarkan sistem proteksi yang proaktif dan menyeluruh bagi PC, serta melindungi PC dari bahaya virus, worm, Trojan, dan infeksi malware,” ujar Kemas Antonius, Product Manager Baidu di Indonesia dalam pernyataan tertulis.

Peranti antivirus terbaru ini hadir dengan antarmuka yang menarik, serta pilihan instalasi dan pengaturan fungsi yang mudah.

Setelah terpasang pada PC, BAV secara otomatis akan melakukan pemindaian virus di komputer dan akan memberikan peringatan kepada pengguna jika mendeteksi adanya virus ataupun malware.

Selain menawarkan kemudahan dalam pemindaian virus dan malware, BAV juga menawarkan fitur-fitur keamanan lainnya, seperti cloud file scanner, browser protection, serta language translation.

BAV juga dilengkapi dengan beberapa pilihan skin, fitur Malicious Plug-in Cleaner yang dapat memproteksi akun komputer secara real-time, fitur Traffic Monitor yang menampilkan penggunaan dan lalulintas data dalam jaringan secara real-time, serta fitur ad blocker untuk memblokir iklan-iklan yang mengganggu.

BAV versi 5.0 lebih mumpuni dalam mengidentifikasi virus dan malware berkat adanya teknologi Cloud Scan Engine yang dikembangkan oleh Baidu, yang telah dilengkapi dengan 200 juta database virus.

BAV versi terbaru ini kompatibel dengan sistem operasi Windows XP, Vista, Windows 7, dan Windows 8; serta dapat diunduh secara gratis dari http://antivirus.baidu.com/id/.