PBB, New York (ANTARA News) - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (24/9) mengutuk "pembunuhan kejam dan pengecut" terhadap Herve Gourdel, warga negara Prancis, oleh Jund Al-Khilafa.

DK menyatakan, "Sekali lagi itu memperlihatkan kebrutalan barbar mereka yang mengumumkan diri berafiliasi pada ISIL (Negara Islam di Irak dan Levant)."

"Semua anggota Dewan keamanan menekankan bahwa ISIL dan mereka yang membela sasaran mereka harus dikalahkan dan tak ada toleransi, kekerasan serta kebencian yang disebarkannya harus dihambat," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh badan PBB dengan 15 anggota tersebut kepada pers di Markas PBB, New York.

"Semua anggota Dewan juga menekankan harus ada upaya bersama di kalangan pemerintah dan lembaga, termasuk mereka yang berada di wilayah yang paling terpengaruh. Tujuannya ialah untuk menghadapi ISIL, Front An-Nusra, AQIM dan semua orang, kelompok, tindakan serta lembaga yang berkaitan dengan Al Qaida," kata pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua.

Pada Rabu pagi, Presiden Prancis Francois Hollande mengkonfirmasi pembunuhan Gourdel, yang disandera oleh gerilyawan di Aljazair dan memiliki kaitan dengan ISIL. Warga negara Prancis tersebut dipenggal setelah dua wartawan Amerika dan seorang pekerja bantuan Inggris mengalami nasib yang sama.

ISIL, yang juga dikenal dengan nama Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Negara Islam (IS), telah menguasai banyak wilayah di bagian utara Irak sejak Juni. Kelompok itu mengumumkan berdirinya "Kekhalifahan" di daerah yang dikuasainya di Suriah dan Irak.

(Uu.C003)