Yerusalem (ANTARA News) - Israel menembak jatuh satu jet tempur Suriah di Dataran Tinggi Golan, Selasa, kata militer, yang mengisyaratkan pesawat itu melanggar garis gencatan senjata di daerah jajahan negara Yahudi tersebut.

Itu kejadian paling serius di dataran strategis tersebut sejak perang saudara di Suriah meletus pada 2011.

"Satu pesawat menerobos masuk wilayah Israel dan segera ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara di perbatasan Suriah," kata satu pernyataan militer, tanpa merinci lebih jauh, seperti dikutip AFP.

Radio militer mengatakan peawat itu nampaknya jet tempur MiG-21 yang ditembak jatuh oleh rudal darat ke udara Patriot, di mana puing-puingnya mendarat di wilayah dataran tinggi yang dikuasai Suriah.

Penembakan itu terjadi tiga pekan setelah Israel menembak jatuh satu pesawat tanpa awak di Golan saat petempuran seru meletus di daerah utara dataran itu, sebagian besar dikuasai pemberontak, yang berperang untuk menggulingkan Presiden Bahar al-Assd.

Pemerintah Bashar sering melancarkan serangan-serangan udara dalam usaha merebut kembali daerah dataran tinggi itu. Sejumlah daerah berada dekat posisi Israel.

Sejak pemberontakan meletus lebih dari tiga tahun lalu, situasi di dataran tinggi menegang. Makin banyak serangan roket dan mortir menghantam Israel, sebagian besar tidak mencapai sasaran, memicu serangan balasan.

Tetapi ada beberapa insiden penembakan yang disengaja menewaskan seorang remaja Israel Juni.

Israel menguasai 1.200 km persegi dari Golan dalam Perang Enam Hari tahun 1967, kemudian menganeksasinya tahun 1981, satu tindakan yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.

Sekitar 500 km persegi dari garis gencatan senjata Golan tetap dikuasai Suriah, dengan pasukan PBB mengawasi satu zona penyangga yang membentang sepanjang sekitar 70 km dari Lebanon di utara sampai ke Jordania di selatan.

(Uu.H-RN)