Temanggung (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat di sejumlah daerah rawan kekeringan pada musim kemarau saat ini.

Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Eko Suprapto di Temanggung, Jumat, mengatakan BPBD telah mendapat alokasi dana untuk menyalurkan air bersih sebanyak 400 tangki guna membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, persiapan 400 tangki tersebut mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah daerah kekeringan selama musim kemarau," katanya.

Ia menuturkan, pada tahun lalu pasokan air bersih telah dimulai pada bulan Juli, namun sekarang hingga awal September 2014 belum ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.

"Saat ini sumber air yang ada di masyarakat belum mengering, mungkin nanti pada bulan Oktober 2014 baru ada permintaan air bersih sehingga waktu penyaluran bantuan air relatif singkat," katanya.

Berdasarkan hasil survei dan pemetaan, katanya, daerah rawan kekeringan tahun ini sekitar enam kecamatan. Jumlah ini berkurang dari tahun lalu yang mencapai tujuh kecamatan.

Ia menyebutkan, sebanyak enam kecamatan yang terancam krisis air bersih tersebut yakni Kecamatan Kaloran, Kranggan, Kandangan, Bejen, Jumo, dan Candiroto.

Menurut dia, di Kecamatan Kaloran potensi kekeringan terdapat di delapan dusun tersebar di dua desa, Kecamatan Kranggan di empat dusun tiga desa, Kecamatan Kandangan enam dusun di tiga desa, Kecamatan Bejen dua desa di satu desa, Kecamatan Jumo delapan dusun di dua desa, dan Kecamatan Candiroto tiga dusun di satu desa.
(H018)