Bern, Swiss (ANTARA News) - Presiden Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) Sepp Blatter enggan menerima pertanyaan terkait status Rusia sebagai penyelenggara Piala Dunia 2018 dan bersikeras menyebutkan tidak ada yang perlu dibicarakan soal itu.




"Kami tidak menerima pertanyaan apapun soal Piala Dunia di Rusia," katanya di hadapan hadirin pada acara di Kitzbuehel, Austria, sebagaimana dikutip Kantor Berita DPA.




"Saat ini kami berada dalam posisi telah mengungkapkan kepercayaan kepada penyelenggara Piala Dunia 2018 dan 2022. (Boikot) tidak akan menghasilkan apapun."




Beberapa waktu terakhir muncul suara-suara dari sejumlah politisi agar turnamen tersebut diselenggarakan di negara lain, lantaran peranan Rusia dalam krisis di Ukraina serta pendudukan Crimea.




Pekan lalu, saat ditanya tentang adakah kemungkinan Rusia kehilangan hak sebagai penyelenggara Piala Dunia akibat situasi politik yang rumit, Presiden Vladimir Putin mengatakan: "Saya harap tidak. FIFA sudah menyatakan bahwa sepak bola dan olahraga apapun berada di luar konstelasi politik dan saya pikir itu pendekatan yang tepat."




Rusia akan menyelenggarakan Piala Dunia 2018 di 12 stadion yang tersebar di 11 kota, dua di antaranya berada di Moskow.




Sementara itu Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar dan belakangan menuai kritik lantaran tuduhan perlakuan buruk terhadap pekerja migran di lingkungan industri konstruksi.




Komite Etik FIFA juga tengah menyelidiki proses tender yang berujung pada penunjukan kedua negara sebagai tuan rumah Piala Dunia pada Desember 2010 silam, demikian Reuters.