Tegal (ANTARA News) - Sebuah kapal nelayan berasal dari Kota Tegal, Jawa Tengah, yang sedang beroperasi di perairan Laut Jawa atau sekitar delapan mil Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Tegal Barat, Selasa, terbalik.

Kapal yang diketahui berjenis pursesein mini dengan nama KM Mawar 1 tersebut mengangkut 17 orang nelayan, satu di antaranya ditemukan tewas dan satu lainnya hilang, serta 15 orang lainnya selamat.

Menurut seorang anak buah kapal (ABK) yang selamat, Casmuni (45), peristiwa terbaliknya kapal tersebut berawal saat kapal yang ditumpanginya sedang mencari ikan di perairan Karang Jeruk, Laut Jawa.

KM KM Mawar 1 berangkat melaut pada Senin (1/9), sekitar pukul 16.00 WIB dari PPP Tegalsari tetapi saat menebar jaring pertama pada Senin malam, kondisi kapal masih normal.

Namun. kata dia, saat menebar jaring kedua pada Selasa (2/9) sekitar pukul 04.00 WIB mendadak kapal miring dan akhirnya terbalik.

"Jaring sudah ditebar tetapi mendadak kapal terbalik, padahal saat itu kondisi laut tenang. Saat itu tidak ada gelombang besar dan angin kencang," katanya.

Ia mengatakan terbaliknya kapal yang ditumpangi 17 ABK itu mengakibatkan seluruh nelayan jatuh ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan meraih papan nelayan sebagai pegangan.

Para nelayan juga ada yang sempat terapung selama satu jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Sebanyak 15 ABK bertahan dengan memanjat lambung kapal yang terbalik. ABK-nya ada yang dari Tegal dan Brebes," katanya.

ABK lain, Warsono (40) mengatakan seorang ABK yang hilang bernama Jayadi (30), warga, Tegalsari, Kota Tegal sedang korban meninggal belum diketahui namanya.

"Korban meninggal dunia bukan warga Tegal, mungkin dari Kabupaten Tegal atau Brebes," katanya.

Kepala Satuan Polisi Air Polresta Tegal, AKP Karyono mengatakan polisi masih menyelidiki peyebab terbaliknya KM Mawar 1.

"Akan tetapi, dugaan sementara terbaliknya kapal nelayan tersebut karena dihantam ombak. Kami masih mencari korban yang belum ditemukan," katanya.

Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Eko Susanto mengatakan satu ABK yang meninggal bukan anggota PNKT. "Kami juga tidak tahu identitasnya," katanya.(*)