Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Juli 2014 surplus 0,13 miliar dolar AS.

Kepala BPS Suryamin dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, menyatakan nilai total ekspor selama kurun waktu itu 14,18 miliar dolar AS dan total impornya 14,05 miliar dolar AS.

Ia menjelaskan pula bahwa selama Juli 2014, surplus neraca perdagangan terjadi pada sektor nonmigas sebesar 1,7 miliar dolar AS sedangkan neraca perdagangan sektor migas defisit 1,61 milar dolar AS.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor nonmigas Juli turun 7,86 persen menjadi 11,63 miliar dolar AS. Penurunan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada perhiasan dan permata (50,87 persen atau 330,1 juta dolar AS) sedang peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak nabati/hewani (1,68 persen atau 31,9 juta dolar AS).

Ekspor nonmigas terbesar ditujukan ke Amerika Serikat (1,30 miliar dolar AS), kemudian Tiongkok (1,19 miliar dolar AS), dan Jepang (1,11 miliar dolar AS). Sementara nilai ekspor ke 27 negara Uni Eropa mencapai 1,45 miliar dolar AS.

Meski mengalami penurunan sebesar 19,55 persen, nilai impor nonmigas masih mencapai 9,90 miliar dolar AS sehingga neraca perdagangan nonmigas masih mencatatkan surplus.

Nilai ekspor migas, menurut BPS, turun 8,59 persen menjadi 2,54 miliar dolar AS karena penurunan ekspor minyak mentah dan hasil minyak.

Sementara nilai impor migas tercatat naik 22,44 persen menjadi 4,15 miliar dolar AS karena peningkatan impor minyak mentah, hasil minyak dan gas.