Balikpapan (ANTARA News) - Daur ulang sampah baru dilakukan pada tujuh persen dari sekitar 200.000 ton sampah yang setiap hari dihasilkan di seluruh Indonesia.

"Paling besar sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga," kata Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Limbah B3 dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Rasio Ridho Sani usai deklarasi menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 di Balikpapan, Rabu.

Deklarasi menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 ditujukan untuk mendorong komitmen para kepala daerah memerangi sampah melalui kegiatan 3R yaitu mengurangi sampah (reduce), memanfaatkan kembali sampah (reuse) dan mendaur ulang (recycle).

Deklarasi nasional untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020 juga telah dilakukan di Kota Surabaya pada Februari 2014.

"Setelah deklarasi nasional di Surabaya, dilanjutkan Balikpapan, selanjutkan gerakan yang sama akan kita lakukan di Papua," kata dia.

Setelah pendeklarasian komitmen untuk membersihkan Indonesia dari sampah, ia melanjutkan, pada 2020 volume sampah di Indonesia ditargetkah berkurang sampai 20 persen.

Beberapa upaya sudah dilakukan untuk mengatasi masalah sampah, antara lain dengan membangun sarana pengolahan sampah terpadu dan bank-bank sampah yang jumlahnya sampai 2.000 unit di seluruh Indonesia.

Rasio menekankan, pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mengurangi volume sampah.