Madrid (ANTARA News) - Penjaga Pantai Spanyol telah menyelamatkan 267 migran sub-Sahara Afrika, Senin, termasuk 39 wanita dan tiga anak-anak, yang berusaha mencapai Spanyol dalam satu armada kapal kecil.

Para migran itu dicegat di Teluk Gibraltar dan dibawa ke Tarifa, pelabuhan paling selatan Spanyol, kata seorang juru bicara penjaga pantai kepada AFP.

Dua kapal penjaga pantai dibantu oleh satu helikopter berpatroli di selat sempit yang memisahkan Spanyol dari Maroko sepanjang hari itu untuk mencari para migran.

Polisi yang mengenakan sarung tangan plastik dan masker medis membantu mengawal para migran itu ke Tarifa.

Pada akhir pekan lalu, badan penyelamatan Spanyol menahan 68 migran Afrika lainnya yang berusaha mencapai Spanyol dengan beberapa kapal lainnya.

Ribuan migran yang tidak memiliki dokumen dari Afrika berusaha menyeberangi selat sepanjang 15km dari Maroko ke Spanyol dengan menggunakan kapal-kapal kecil dan sampan-sampan setiap tahun.

Ribuan migran juga berusaha memasuki Spanyol menerobos pagar perbatasan yang terdapat di sekeliling Ceuta dan Melilla dua daerah Spanyol yang memiliki perbatasan dengan Maroko dan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika.

Spanyol adalah satu-satunya dari negara-negara Eropa selatan yang menghadapi arus migran Afrika dan pencari suaka yang meningkat.

Angkatan laut Italia, Senin, mengatakan mereka telah menyelamatkan lebih dari 2.000 migran akhir pekan lalu dari kapal-kapal di Mediterania, yang menambah jumlah migran yang datang tahun ini menjadi hampir 1.000 orang.

Angkatan laut itu mengatakan kedatangan terakhir itu termasuk 94 migran yang naik satu kapal yang dicegat di lepas pantai Calabria oleh kapal penjaga pantai, menahan tiga pria Turki di kapal itu karena dicurigai memperdagangkan manusia.

(Uu.H-RN)