Medan (ANTARA News) - Tim Terpadu Angkutan Mudik Sumatera Utara menemukan empat supir angkutan mudik, positif pengguna narkoba jenis ganja dan langsung melarang supir itu untuk bertugas/kerja sebagai supir angkutan Lebaran.

"Tadi dari 15 supir yang dijadikan sampling pengujian urin, ada empat orang yang ditemukan positif pengguna narkoba sehingga tidak layak mengemudi," kata Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis.

Dia mengatakan itu usai bersama Wakil Gubernur Sumut, H Tengku Erry Nuradi dan Tim terpadu Angkutan Mudik melakukan pemantauan di Terminal Amplas, Medan.

Uji kesehatan para supir angkutan itu dilakukan tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut, Kementerian Kesehatan, Jasa Raharja dan Kesdam.

Mengutip pernyataan BNN, Gatot menjelaskan, karena ke empat supir itu positif memakai ganja lebih kurang selama dua bulan, maka nantinya BNN akan bekerja sama dengan perusahaan bus untuk melakukan rehabilitasi yang bersangkutan.

"Yang pasti untuk angkutan mudik, supir itu dilarang," katanya.

Selain melihat uji kesehatan, Gubernur Sumut memantau pengujian kelaikan kendaraan.

Dari beberapa bus yang diuji saat itu, ditemukan dua bus yang tidak laik jalan.

"Saya sudah minta semua yang terkait dengan arus mudik/balik Lebaran Sumut tahun ini lebih serius bertugas untuk menjaga atau menekan angka kecelakaan lalu lintas di Idul Fitri, "katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan, mengatakan jumlah penumpang pada mudik Idul Fitri Sumut tahun ini diperkirakan naik sekitar 10 persen dari tahun lalu.

Kenaikan 10 persen terjadi di moda angkutan jalan (bus), kereta api dan udara.

Hanya laut yang kenaikannya diperkirakan sebesar 5 persen.

Penumpang angkutan jalan misalnya tahun ini sebanyak 703.459 orang dari 2013 yang masih 639.509 orang, sementara kereta api sejumlah 152.779 dan udara 434.503 orang disusul laut yang 9.023 orang.

"Meski naik, tetapi kenaikan permintaan itu sudah diantisipasi.Ketersedian kursi memadai bahkan lebih," katanya.

Kapasitas kursi tersedia untuk angkutan jalan raya sebanyak 49.022 kursi per hari dari permintaan saat puncak yang 48.363 kursi.

Begitu juga laut ada tersedia 19.090 kursi dari yang dibutuhkan sebanyak 10.504 kursi.

"Dishub dan terkait lainnya termasuk pihak kepolisian siap memperlancar arus mudik dan balik," katanya.
(E016/M009)